Judul : Mitos Kecantikan
(Kala Kecantikan Menindas Perempuan)
Penulis : Naomi Wolf
Penerbit : Niagara
Tahun Terbit : 2004
Tebal : xii + 670 halaman
Peresensi : Dian
"Katakan pada setiap wanita bahwa mereka cantik." Naomi Wolf dalam bukunya berjudul Mittos Kecantikan mengupas secara tajam kecantikan perempuan dari berbagai sisi dan realita yang terjadi. Kecantikan yang kerap kali diagungkan dan didamba oleh oleh stiap wanita bahkan pria sebagai pasangannya, tak jarang pula menjadi momok yang menakutkan dan menghantui diri wanita yang ingin memilki kecantikan sempurna. Berbagai cara mereka lakukan untuk memproleh sebutan sebagai wanita cantik dari segi penampilan, budaya, bahkan kehidupan seksnya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan kerja seringkali menuntut wanita untuk tampil cantik dan menarik, baik di industri media, fasion, maupun bisnis. Mempunyai kecantikan menjadi daya tarik tersendiri dan menimbulkan efek bagi pekerjaannya. Sesungguhnya mitos kecantikan muncul saat kita berada di tengah-tengah pertentangan melawan feminisme yang menggunakan citra kecantikan perempuan sebagai senjata politis untuk menentang kemajuan perempuan yang merupakan refleksi sosial akibat revolusi industri. Mitos kecantikan makin memperluas kekuasannya hingga menjadikan tol sosial dalam kehidupan.
Wanita yang indah, seharusnya tidak hanya dari segi wajah dan penampilan, namun juga intelektualitas serta profesionalisme. Perkembangan zaman mengubah wanita agar memiliki etos kerja yang tinggi, kekuasaan yang lebih yang lebih besar, pengakuan legal yang lebih dihargai, dan profesional yang lebih tinggi dibanding yang pernah terjadi sebelumnya. Wanita tak lagi identik bergumul di dapur, sumur, kasur, pengatur rumah tangga yang tak tahu dunia luar. Revolusi industri mencerminkan sebuah mitos, yaitu mitos kecantikan yang memunculkan sebuah obsesi tentang kesempurnaan fisik yang memanjakan perempuan modern dalam lingkaran harapan, kesadaran, serta lebih dari yang tak berujung ketika ia berusaha mengisi definisi masyarakat tentang kecantikan sempurna yang mungkin tidak mungkin diwujudkan dalam mitos kecantikan. Naomi wolf menceritakan hal-hal yang proaktif, persuiasif, dan menggemakan kebebasan. Layaklah ide-ide dan goresan penanya dijadikan sebagai wacana atau referensi bagi wanita Indonesia.
(Kala Kecantikan Menindas Perempuan)
Penulis : Naomi Wolf
Penerbit : Niagara
Tahun Terbit : 2004
Tebal : xii + 670 halaman
Peresensi : Dian
"Katakan pada setiap wanita bahwa mereka cantik." Naomi Wolf dalam bukunya berjudul Mittos Kecantikan mengupas secara tajam kecantikan perempuan dari berbagai sisi dan realita yang terjadi. Kecantikan yang kerap kali diagungkan dan didamba oleh oleh stiap wanita bahkan pria sebagai pasangannya, tak jarang pula menjadi momok yang menakutkan dan menghantui diri wanita yang ingin memilki kecantikan sempurna. Berbagai cara mereka lakukan untuk memproleh sebutan sebagai wanita cantik dari segi penampilan, budaya, bahkan kehidupan seksnya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan kerja seringkali menuntut wanita untuk tampil cantik dan menarik, baik di industri media, fasion, maupun bisnis. Mempunyai kecantikan menjadi daya tarik tersendiri dan menimbulkan efek bagi pekerjaannya. Sesungguhnya mitos kecantikan muncul saat kita berada di tengah-tengah pertentangan melawan feminisme yang menggunakan citra kecantikan perempuan sebagai senjata politis untuk menentang kemajuan perempuan yang merupakan refleksi sosial akibat revolusi industri. Mitos kecantikan makin memperluas kekuasannya hingga menjadikan tol sosial dalam kehidupan.
Wanita yang indah, seharusnya tidak hanya dari segi wajah dan penampilan, namun juga intelektualitas serta profesionalisme. Perkembangan zaman mengubah wanita agar memiliki etos kerja yang tinggi, kekuasaan yang lebih yang lebih besar, pengakuan legal yang lebih dihargai, dan profesional yang lebih tinggi dibanding yang pernah terjadi sebelumnya. Wanita tak lagi identik bergumul di dapur, sumur, kasur, pengatur rumah tangga yang tak tahu dunia luar. Revolusi industri mencerminkan sebuah mitos, yaitu mitos kecantikan yang memunculkan sebuah obsesi tentang kesempurnaan fisik yang memanjakan perempuan modern dalam lingkaran harapan, kesadaran, serta lebih dari yang tak berujung ketika ia berusaha mengisi definisi masyarakat tentang kecantikan sempurna yang mungkin tidak mungkin diwujudkan dalam mitos kecantikan. Naomi wolf menceritakan hal-hal yang proaktif, persuiasif, dan menggemakan kebebasan. Layaklah ide-ide dan goresan penanya dijadikan sebagai wacana atau referensi bagi wanita Indonesia.
Resensi ini pernah dimuat di majalah Widyawara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar